Posted by: asyasukasastra on: November 10, 2009
Makhluk itu, kau, dinamakan lelaki.
Entah karena apa.
Kesemena-menaan saja barangkali.
Atau, ada alasan lain?
Mereka bilang, kuasamu ada pada pikirmu.
Tapi pernahkah kau berpikir bahwa
pikiranmu terkadang mematikan rasa?
Yang ada hanya ego, tak ada sisa bagi keacuhan.
Aku memaklumi kecabulanmu dalam banyak hal:
yang tersembunyi dalam kharismamu
atau pada kokohnya ragamu
atau bahkan kepolosanmu sebagaimana kanak-kanak.
Lantas, aku pun curiga.
Jangan-jangan air matamu turun dari otakmu?
Sungguh, kecerdasan yang menyedihkan.
Lelaki,
Yakinkan aku bahwa aku adalah bagian dari tulang rusukmu.
Ditulis dalam jurang kekecewaan,
-081109-
Puisi ini sempat saya upload di facebook dan ternyata mengundang perdebatan sengit. Apakah bias gender-nya terlalu kentara? Baiklah, besok saya akan buat puisi tandingannya: Sketsa Wanita. =D